Sentra kerajinan Patung Loro Blonyo berada di Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro.

Kerajinan ini sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat. Apalagi sudah dibina oleh kelompok sentra industri Patung Loro Blonyo.

Patung Loro Blonyo terdiri dari sepasang laki laki dan perempuan yang biasanya berada pada posisi duduk simpuh atau juga berdiri. Loro Blonyo diartikan sebagai bentuk keharmonisan hubungan manusia, yang digambarkan sebagai pasangan pengantin lelaki dan perempuan. Ada juga yang memberikan makna sebagai lambang kemakmuran.

Patung ini dibuat dari Kayu Jati atau Mahoni. Alat yang digunakan untuk mengerjakan kerajinan tersebut  antara lain Tatah, Gergaji, Palu, Kuas, Amplas dan sebagainya. Selain itu juga dibutuhkan bahan lain yaitu Cat, Larutan Gula, Lem.

Karakteristik   Patung   Loro Blonyo produksi Desa Kenteng ini adalah  pada   bentuk dan warna. Bentuk patung yang terdiri  dari  sepasang  patung  berbusana  pengantin dengan aksesoris  adat  Jawa  atau adat  Bali,  seperti Kebaya,  Beskap,  Blangkon, Sanggul dan sebagainya

Selain itu karakteristik bentuk patung Loro Blonyo berbeda dengan yang lain karena terdapat tekstur retak pada permukaan patung dan terbuat dari kayu utuh dan tidak terdapat unsur tempel pada bagian-bagian tubuh sehingga lebih awet daripada patung yang lain.

Selain sebagai penghias ruangan, Loro Blonyo juga bisa digunakan sebagai suvenir atau sekedar penghias meja.

Kota Jogakarta dan Pulau Bali menjadi pasar utama dari produk unggulan Desa Kenteng ini. Bahkan sebelun krisis Covid-19, sering diekspor ke luar negeri terutama ke Benua Eropa.

Wisatawan Mancanegara banyak yang menjadikan Patung Loro Blonyo sebagai oleh-oleh khas dan antik dari Negara Indonesia.

Permasalahan branding masih menjadi kendala bagi para pengusaha ini. Produk-produk mereka, masih sering diklaim oleh para penjual atau pengepul dari kota lain. .

Kerajinan Patung Loro Blonyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *